Sosok Inspiratif; Indira Ranamagar Merawat Asa Anak Narapidana Nepal

Kanesia.com – Perempuan dan sepak terjangnya dalam berkarya memberikan inspirasi dan sumbangsih yang besar bagi dunia. Jika di Indonesia kita mengenal sosok Menteri Susi Pudjastuti sebagai perempuan inspiratif saat ini yang dimana rekam jejaknya telah banyak diulas, sama halnya juga di negara Nepal. Dunia mengenal Indira Ranamagar, seorang perempuan yang berjuang, berkarya dan memberikan harapan kepada ribuan anak-anak di Nepal.

Indira Ranamagar adalah pekerja sosial dan pendiri organisasi nirlaba Bantuan Tahanan Nepal yang merawat anak-anak dari orang tua kriminal yang tinggal di penjara. Indira menghabiskan 27 tahun membantu narapidana dan anak-anak dalam mendapatkan pendidikan, martabat dan masa kanak-kanak yang lebih aman dan pada tahun ini namanya masuk dalam daftar wanita paling berpengaruh di dunia .

Indira menaruh minat yang mendalam terhadap kesejahteraan narapidana dan keluarga mereka sejak usia dini, dan setelah berkenalan dengan perjuangan mereka melalui berbagai proyek sosial, dia mendirikan Bantuan Tahanan Nepal pada tahun 2000.

Pekerjaannya yang terus berlanjut melalui organisasi tersebut telah menyebabkan pembukaan dari empat rumah anak-anak, dua sekolah, dan berbagai proyek sosial lainnya yang bertujuan membantu narapidana dan anak-anak mereka.

Dia adalah satu dari tiga nominator finalis untuk Hadiah Anak Dunia 2014 , “dan pada 22 Oktober 2014 dianugerahi Penghargaan Kehormatan Anak-anak Sedunia oleh Queen Silvia of Sweden. Dia telah memenangkan banyak penghargaan penting dalam hidupnya termasuk pemimpin Asia 21, Ashoka Fellow & Nava devi Shakti Award.

Terlahir dalam kemiskinan di pedesaan Nepal, Indira tidak dapat bersekolah seperti saudara laki-lakinya dan malah belajar membaca dan menulis dengan mempraktikkan surat dengan tongkat di debu di halaman rumahnya. Setelah belajar sebanyak mungkin dari buku-buku sekolah saudara-saudaranya, akhirnya dia diizinkan untuk bersekolah dan lulus di puncak kelasnya dari sekolah setempat.

Setelah lulus, Ranamagar menjadi guru dan akhirnya pindah ke Kathmandu. Sebagai seorang dewasa muda, dia tertarik dengan karya Bishnu Kumari Waiba, atau Parijat , seorang penulis Nepal terkenal dan advokat sosial yang antara lain berusaha memperjuangkan hak tahanan politik di Nepal. Indira bergabung dengan gerakan Parijat untuk mendapatkan hak tawanan dan mengenal sistem peradilan di Nepal dan kondisi suram di dalam penjara. Setelah kematian Parijat pada tahun 1993, Ranamagar terus mengunjungi penjara dan memberikan kebutuhan dasar bagi narapidana, mengalihkan fokusnya dari tahanan politik ke orang-orang miskin dan kurang beruntung yang sering dipenjara karena kejahatan kecil yang dilakukan karena putus asa.

*artikel diterjemahkan dari indiraranamagar.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *