Sampah Sedotan Di Indonesia Bisa Kelilingi 3 Kali Bumi

Kanesia.com – Sampah plastik dapat mencemari lingkungan dalam jangka waktu sangat lama. Sifat plastik yang sulit terurai menjadikan sampah jenis ini menjadi persoalan serius di banyak negara, tak terkecuali Indonesia. Banyaknya penggunaan sampah plastik oleh berbagai Industri terutama makanan menjadi sebuah permasalahan global dewasa ini.

Penelitian tentang masa urai sebauh sampah plastik sangat mencengangkan, butuh 500-1000 tahun agar sebuah plastik dapat terurai sempurna. Berbagai upaya dalam menyelamatkan bumi dari kerusakan dan pencemaran sampah plastik telah dilakukan namun begitu besarnya volume sampah plastik butuh waktu untuk mengembalikan keadaan seperti semula.

Dilansir dari laman Divers Clean Action (DCA), Sampah plastik di lautan Indonesia sudah mencapai jumlah yang mengkhawatirkan. Menurut penelitian yang dipimpin oleh ahli lingkungan Jenna R Jambeck, 2015, Indonesia menduduki posisi kedua dunia sebagai negara penghasil sampah plastik ke laut.

Per tahunnya Indonesia menyumbang hingga 1,29 juta metrik ton sampah plastik yang berakhir ke lautan. Angka ini setara dengan 215 ribu ekor gajah jantan afrika dewasa berbobot 6 ton. Peringkat pertama adalah Tiongkok dengan jumlah sampah plastik di lautan mencapai 3,53 juta metrik ton per tahun.

Lebih spesifik dari sampah plastik ini datang dari penggunaan sedotan, menurut data yang dikumpulkan oleh Divers Clean Acton menyebutkan, perkiraan pemakaian sedotan di Indonesia setiap harinya mencapai 93.244.847 batang. Sedotan-sedotan tersebut berasal dari restoran cepat saji, air mineral dan minuman kemasan, dan sumber lainnya (packed straw).

Jumlah sedotan sebanyak itu jika direntangkan akan mencapai jarak 16.784 km, atau sama dengan dengan jarak yang ditempuh dari Jakarta ke kota Meksiko. Dihitung per minggu, pemakaian sedotan akan mencapai 117.449 km, atau hampir tiga kali keliling bumi. Jarak satu keliling Bumi adalah 40.075 km.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *