Rebutan Janda, Dua Pemuda Ini Berkelahi Hingga Harus Berurusan Dengan Polisi

Kanesia.com – Dua orang pemuda asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara harus berurusan dengan polisi, setelah perebutan janda di antara keduanya berakhir dengan aksi kekerasan.

Kisahnya berawal ketika Acok yang selama beberapa bulan menjalin asmara dengan seorang janda belia bernama Bunga (19), bukan nama sebenarnya, tak mengetahui ternyata perempuan itu juga menjalin hubungan dengan pria lain.

Cinta segitiga itu terbongkar ketika Acok pada Sabtu akhir pekan lalu berencana mengajak pujaan hatinya itu menikmati malam panjang. Sesampainya di kediaman Bunga, betapa terkejutnya Acok ketika dia disambut sumpah serapah orangtua Bunga.

Mereka berang karena menganggap Acok telah membawa Bunga pergi sejak pagi dan belum kunjung pulang hingga malam menjelang. Acok yang merasa seharian belum bertemu Bunga merasa bingung karena menjadi korban kemarahan sang calon mertua.

Setelah mencari informasi ke teman-temannya, Acok kemudian mengetahui bahwa Bunga sejak pagi pergi bersama seorang pria bernama Andi. Dari informasi yang diperolehnya, Acok mengatahui Andi dan Bunga tengah berada di kawasan Simpang Tiga tak jauh dari kediaman sang pujaan hati.

Dengan hati panas, Acok langsung memacu sepeda motornya mencari mereka ke kawasan Simpang Tiga. Dan ternyata, dia memang menemukan Bunga sedang berboncengan dengan Andi, sang kekasih baru.

Dibakar api cemburu, Acok kemudian mengejar sepeda motor yang ditunggangi Andi. Setelah dia berhasil menyusul, Acok menarik Bunga sehingga perempuan itu jatuh dari sepeda motor. Akibatnya, baik Andi maupun Bunga menderita luka-luka di beberapa bagian tubuh mereka.

Tak terima dengan perlakuan Acok, Andi kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Nunukan Kota. Polisi yang menerima laporan tersebut kemudian memanggil kedua pemuda yang bersaing mendapatkan cinta Bunga itu.

“Andi sempat menuntut ganti rugi karena akibat jatuh motornya lecet. Namun, laporan yang disampaikan ke polisi dia dipukul Acok. Akhirnya terjadi tarik ulur karena Acok tidak mau membayar ganti rugi,” ujar Samsul tetangga Bunga.

Pada Sabtu sore itu, kantor Polsek Nunukan Kota tiba-tiba ramai karena keluarga Acok dan Andi berdatangan untuk memberi dukungan. Bahkan, sempat terjadi keributan karena keluarga Acok tidak terima dengan perbuatan Bunga yang menduakan pemuda itu.

Pihak keluarga kemudian meminta Acok memutuskan hubungan dengan janda belia itu. Acok sempat bergeming karena beralasan masih mencintai Bunga meskipun perempuan itu sudah berselingkuh. Namun, ancaman akan diusir dari rumah orangtua, membuat Acok akhirnya terpaksa meninggalkan pujaan hatinya.

Perseteruan dua pemuda yang memperebutkan janda tersebut akhirnya bisa diselesaikan secara damai.“Akhirnya mereka memilih penyelesaian dengan cara damai,” ujar Kapolsek Nunukan AKP Syahrir Bajeng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *