Puluhan Ribu Anggota Neo-Nazi Unjuk Kekuatan di Polandia

Kanesia.com, Polandia – Gerakan Sayap Kanan Ekstrim (Ultra Kanan) kini semakin menguat di Eropa. Seperti yang terjadi Hari Sabtu (11/11/2017) di Warsaw, Ibu Kota Polandia, ketika berkumpulnya kurang lebih 60.000 orang yang tergabung dalam Gerakan Neo Nazi melakukan demonstrasi di jalan untuk mempertegas keberadaan mereka. Momentum ini sengaja dilakukan bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Polandia yang ke-99.

Polandia memang merupakan salah satu negara di Eropa yang masih cukup kental gerakan sayap kanan ekstrimnya. Secara geografis, Polandia berada di kawasan Eropa Timur yang dahulu merupakan bagian dari Blok Timur pimpinan Uni Soviet. Sisa ideologi komunisme masih cukup terasa, apalagi ketidakpuasan proyek liberalisasi Uni Eropa masih dirasakan oleh masyarakat polandia khususnya dan eropa umumnya. Mereka mengiginkan keadilan ekonomi sebagai salah satu isu utama sedangkan kekayaan hanya berada di tangan segelintir orang.

Menurut beberapa media internasional seperti BBC dan The independent mengatakan situasi di atas menjadi salah satu alasan kenapa Gerakan Ultra Kanan Ekstrim cukup menguat di Eropa hari ini. Selain Polandia, Gerakan Ultra Kanan juga terdapat di negara-negara lain di Eropa seperti Belanda, Jerman, Italia dan lainnya. Masih menurut media-media ini bahwa demonstrasi di Polandia tidak hanya diikuti rakyat Polandia melainkan juga warga negara lain di dalam Uni Eropa yang memiliki garis ideologi yang sama.

Sebenarnya Gerakan Ultra Kanan ini semakin mendapatkan momentum ketika Donal Trump terpilih menjadi presiden Amerika Serikat. Saat itu Trump selalu berkampanye untuk penolakannya pada globalisasi, penguatan nasionalisme dan proteksionisme. Ditambah lagi ketika Brexit (British Exit) berhasil dilakukan oleh rakyat Inggris sebagai pesan bahwa mengutamakan nasionalisme dengan keluar dari Uni Eropa adalah hal yang perlu dilakukan.

Juga, hasil pemilihan umum Jerman terakhir dimana menempatkan Partai Neo Nazi sebagai partai terbesar ketiga sepanjang sejarah pasca berakhirnya perang dunia II menjadi angin segar bagi gerakan ini (Baca: Ultra Kanan) untuk semakin mencari panggung. Tiga kemenangan di atas senapas dengan apa yang didengungkan selama ini oleh Gerakan Ultra Kanan.

Hal ini memunculkan reaksi keras dari berbagai pihak terutama Israel yang masih trauma dan punya sejarah kelam dengan Nazi di Jerman yakni peristiwa Holcaust. Israel masih melihat bahwa Gerakan Neo Nazi masih identik dengan gerakan Anti Yahudi apalagi dalam demonstrasi yang terjadi di Polandia tersebut diperdengarkan dengan slogan-slogan Anti Yahudi.

Selain mengampanyekan semangat Patriotisme yang ekstrim, Anti Globalisasi, Anti Uni Eropa dan Anti Yahudi, Gerakan Ultra Kanan juga menyuarakan penolakan pengungsi yang mayoritas muslim untuk masuk di wilayah Uni Eropa. Salah satu ketakutan mereka terhadap muslim adalah semakin tumbuhnya islamisasi yang massif di Eropa.

Tidak dapat dimungki selain untuk mencari tempat yang nyaman untuk hidup, pemeluk Islam tetap menganggap Islam adalah agama syiar yang harus disampaikan ke orang lain. Hal ini diperkuat dengan data PEW Center, sebuah lembaga risert yang bermarkas di Washington DC, menjelaskan bahwa Islam akan menjadi agama mayoritas di dunia dan Eropa adalah kawasan yang cukup pesat pertumbuhannya.

Kini fase Uni Eropa memasuki babakan baru. Selama ini, kawasan ini dikenal sebagai kawasan yang cukup stabil secara politik dan maju secara ekonomi, tapi kini tengah mengalami goncangan dengan munculnya pesismistis terhadap sistem politik dan ekonominya yang tidak menghasilkan keadilan. Salah satu bentuknya adalah menguatnya Gerakan Ultra Kanan seperti yang terlihat di Polandia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *