Pengusaha E-Commerce Ini Geser Posisi Bill Gates Sebagai Orang Terkaya Dunia

Kanesia.com – Posisi teratas orang terkaya dunia kini bukan lagi milik Bill Gates. Bill gates yang diketahui sebagai pemilik Bill & Melinda Gates Foundation dan Microsoft ini dikalahkan oleh seorang pengusa e-commerce bernama Jeff Bezoz.

Puluhan tahun Jeff Bezoz berjuang. Jatuh bangun membesarkan Amazon, marketplace global yang mendobrak tradisi jual beli ritel di dunia melalui layanan online. Ketika saat itu, peluang bisnis e-commerce belum dilirik banyak orang, namun Bezos sudah memulainya.

Kini, ia telah menuai hasil besarnya. Jeff Bezoz yang merupakan pendiri dan CEO Amazon.com ini berhasil menjungkalkan Bill Gates sebagai orang terkaya dunia. Menurut penelitian Forbes, data kekayaan real time Jeff Bezos saat ini adalah USD 93,1 miliar atau Rp 1.265 triliun. Meninggalkan cukup jauh kekayaan Gates yang saat ini ada di kisaran USD 90 miliar atau Rp 1.222 triliun.

sumber : forbes

 

 

 

 

 

sumber : forbes

 

 

 

 

 

Melonjaknya kekayaan Bezos sangat dipengaruhi oleh meningkatnya harga saham Amazon secara drastis. Kekayaannya naik nyaris USD 9 miliar karena harga saham Amazon melonjak lebih dari 11%. Ditambah dengan perkembangan pesat dari dunia internet, tak heran jika bisnis e-commerce mendapat perhatian lebih dari para investor dalam bisnis global.

Jalan Bezoz merengkuh kembali titel sebagai orang terkaya dunia juga tak lepas dari banyaknya kegiatan donasi yang dilakukan oleh rivalnya Bill Gates. Gates selama ini dikenal sangat gemar beramal dalam jumlah yang besar. Tak seperti Bezoz yang memang kerap diragukan soal kegiatan amal. Seperti sebelumnya, Bezoz adalah satu-satunya orang terkaya di posisi 5 besar yang menyatakan ketidakikutsertaannya dalam program Giving Pledge. Program yang meminta komitmen orang kaya dunia menyumbang sebagian besar hartanya, yang merupakan gagasan Gates sebelumnya.

Perjalanan Karir Jeff Bezoz

Pengusaha dan pelopor e-commerce Jeff Bezos lahir pada tanggal 12 Januari 1964, di Albuquerque, New Mexico. Tak seperti anak pada umumnya, Jeff Bezos telah menunjukkan ketertarikannya terhadap kerja-kerja mesin dan elektronik dengan mengubah garasi orang tuanya menjadi laboratorium dan kerap memasang peralatan listrik di sekeliling rumahnya.

Bezos memiliki kecintaan yang kuat terhadap dunia komputer sewaktu menempuh pendidikan di Princeton University, di mana dia lulus summa cum laude pada tahun 1986 dengan gelar di bidang ilmu komputer dan teknik elektro. Setelah lulus, dia bekerja di Wall Street, termasuk Fitel, Bankers Trust dan perusahaan investasi D.E. Shaw. Di sanalah, ia bertemu dengan istrinya, Mackenzie, dan menjadi wakil presiden termuda perusahaan itu pada tahun 1990.

Ditengah karirnya yang cukup cemerlang, Bezos justru memilih melakukan langkah berisiko dengan memasuki dunia e-commerce yang baru lahir. Dia berhenti dari pekerjaannya pada tahun 1994, pindah ke Seattle dan menargetkan potensi pasar internet yang belum dimanfaatkan dengan membuka toko buku online.

Kantor perusahaan pertama dibuka di garasi bengkelnya. Keberhasilan awal perusahaan itu meroket. Walaupun tanpa promosi, Amazon.com berhasil menjual buku-buku di seluruh Amerika Serikat dan di 45 negara asing dalam waktu 30 hari. Dalam dua bulan, penjualan mencapai $ 20.000 per minggu, tumbuh lebih cepat dari apa yang dibayangkan Bezos dan tim start-upnya.

Amazon.com go public pada tahun 1997. Menghadapi banyak analis pasar yang pesimistis dan mempertanyakan apakah Amazon bisa bertahan mengingat banyaknya kompetitir saat itu. Namun, keraguan itu seketika hilang manakala Bezoz sukses melampaui pendapatan kompetitornya, sekaligus menjadi pemimpin bisnis e-commerce.

Amazon kemudian semakin melebarkan sayap. Mendiversifikasi usaha seperti melakukan penjualan CD dan video pada tahun 1998, dan kemudian pakaian, elektronik, mainan dan lainya melalui kemitraan ritel besar. Walaupun pada saat itu, banyak dot.com pada awal tahun 90an mengalami kebangkrutan, namun Amazon tetap berkembang dengan penjualan tahunan yang melonjak dari $ 510.000 di tahun 1995 menjadi lebih dari $ 17 miliar di tahun 2011.

Pada tahun 2006, Amazon.com meluncurkan Amazon Unbox on TiVo, yang akhirnya mengalami pembaharuan brand sebagai Amazon Instant Video. Kemudian di tahun 2007, perusahaan ini merilis Kindle, sebuah piranti untuk membaca buku secara digital yang memungkinkan pengguna membeli, mendownload, membaca dan menyimpan pilihan buku mereka. Pada tahun yang sama, Bezos mengumumkan investasi barunya di Blue Origin, perusahaan kedirgantaraan yang berbasis di Seattle yang mengembangkan teknologi untuk menawarkan perjalanan luar angkasa kepada pelanggan.

Sukses menjalankan Amazon, Bezoz pada tahun 2013, kembali menjadi headline media-media di seluruh dunia setelah membeli “media tua” The Washington Post seharga 250 juta dan mengungkapkan sebuah inisiatif eksperimental baru oleh Amazon yang disebut “Amazon Prime Air”. Inisiatif ini menggunakan pesawat tak berawak, mesin yang dikendalikan jarak jauh yang dapat melakukan serangkaian tugas manusia-untuk memberikan layanan pengiriman kepada pelanggan.

Kesalahan besar Amazon saat perusahaan meluncurkan Fire Phone pada tahun 2014 dan mendapat kritikan banyak pihak. Namun, Bezos justru akhirnya berhasil melalui perkembangan konten asli melalui Amazon Studios. Setelah menayangkan beberapa program baru di tahun 2013, Amazon menayangkannya pada tahun 2014 dengan Transparent dan Mozart yang terkenal di Jungle. Pada tahun 2015, perusahaan tersebut memproduksi dan merilis Spike Lee’s Chi-Raq sebagai film orisinal pertamanya.

Pada 2016, Bezos semakin melangkahkan kakinya kedepan dengan penampilan cameo yang bermain alien di Star Trek Beyond. Sebagai penggemar Star Trek sejak kecil, Bezos terdaftar sebagai Pejabat Starfleet dalam kredit film di IMDb. Hingga pada Oktober 2017, Bezos secara mengejutkan melampaui pendiri Microsoft Bill Gates untuk menjadi orang terkaya di dunia, menurut Forbes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *