‘Paradise Papers’ : Mengungkap Keterlibatan Tommy Hingga Prabowo dalam Laporan Surga Pajak

Kanesia.comInternational Consortium of Investigative Journalist (ICIJ) kembali merilis laporan investigasinya. Setelah tahun lalu, dunia sempat dihebohkan dengan Panama Papers, kini sebuah dokumen baru yang berisi jutaan data terkait berbagai perusahaan, politikus global, kepala negara, pengusaha global hingga selebritas kembali muncul ke publik.

Data-data tersebut diberi nama Paradise Papers.

Paradise Papers merupakan penyelidikan global terhadap aktivitas mencurigakan sejumlah perusahaan dan tokoh berpengaruh di dunia. Konsorsium Investigasi Internasional dan 95 mitra media mengeksplorasi 13,4 juta data bocor dari para penyedia layanan offshore.

Dari data Paradise Paper terdapat pula tokoh-tokoh dari Indonesia yang terseret melakukan praktik bisnis offshore. Orang-orang Indonesia yang disebutkan dalam data ICIJ adalah dua anak Soeharto, Tommy dan Mamiek Suharto serta Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto. Kebanyakan dari mereka ‘membuang pajak’ ke wilayah ‘bebas pajak.’

Putra Soeharto

Data ICIJ menyebutkan, Tommy pernah menjadi direktur dan bos dewan Asia Market Investment, perusahaan yang terdaftar di Bermuda pada 1997 dan ditutup pada tahun 2000. Ia juga merupakan pimpinan Humpuss Group,

ICIJ juga mencatat perusahaan yang terdaftar di Bahama seperti Asia Market dan V Power merupakan kepemilikian Tommy Suharto dan memiliki sejumlah saham di perusahaan mobil mewah Italia Lamborghini, menurut catatan Securities and Exchange Commision.

Selain itu, Appleby yang merupakan firma hukum mengungkap informasi bahwa terdapat perusahaan patungan di Bermuda antara cabang Humpuss dan NLD, perusahaan iklan Australia.

Dalam laporannya pada 1997, perusahaan patungan itu membuat Tommy Suharto dan mitranya dari Australia mendirikan bisnis papan reklame pinggir jalan di Negara Bagian Victoria, Australia, Filipina, Malaysia, Myanmar dan Cina. Perusahaan itu ditutup di Bermuda pada 2003 dan dicatat di Appleby sebagai “pengemplang pajak.”

Beda halnya dengan Mamiek yang disebutkan adalah wakil presiden Golden Spike Pasiriaman Ltd dan pemilik dan pimpinan Golden Spike South Sumatra Ltd, bersama Maher Algadri, eksekutif Kodel Group, salah satu konglomerat terbesar Indonesia zaman Suharto, menurut Forbes.

Namun, baik Tommy maupun Mamiek Suharto enggan menjawab permintaan untuk memberikan tanggapan dari ICIJ dan mitra Indonesia organisasi ini, TEMPO.

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto disebutkan pernah menjadi direktur dan wakil pimpinan Nusantara Energy Resources yang berkantor di Bermuda.

Perusahaan ini terdaftar pada 2001 dan tercatat sebagai ‘penunggak utang’, hingga ditutup pada 2004. Menurut media di Indonesia, perusahaan di Singapura yang namanya juga Nusantara Energy Resources kini adalah bagian dari Nusantara Group, dan sebagian dimiliki oleh Prabowo.

Namun, dalam keterangannya, Wakil Ketua Gerindra, Fadli Zon membantah bahwa Prabowo memiliki kaitan dengan perusahaan Nusantara Energy Resources dan menyanggah bahwa perusahaan itu mengemplang pajak dan bahwa perusahaan itu tidak aktif sejak didirikan.

“Ini adalah perusahan satu dolar,” kata Fadli kepada mitra ICIJ di Indonesia, TEMPO. Ia juga mengatakan perusahaan itu dididirikan untuk eksplorasi minyak dan gas dan bahwa sejumlah politikus terlibat. Namun ia tidak tahu bagaimana keterlibatan mereka di perusahaan itu.

Dari Ratu Elizabeth hingga Menteri Perdagangan AS

Sumber : BBC

Keterangan Paradise Paper menyebutkan pesohor-pesohor dunia lainnya. Dokumen tersebut menyebutkan sekitar £10 juta uang pribadi Ratu Elizabeth ditanamkan di luar negeri.

Dana itu disimpan di Cayman Islands dan Bermuda oleh Duchy of Lancaster, yang mengeluarkan pendapatan untuk Ratu dan menangani investasi kekayaan pribadinya sebesar £500 juta.

Meskipun disebutkan, investasi yang dilakukan oleh Ratu tidak berstatus legal dan tidak menunjukkan terjadinya pengemplangan pajak. Namun sejumah pihak mempertanyakan mengapa kerajaan menanamkan modal di luar negeri.

Dilansir dari BBC, menyebutkan Menteri Perdagangan Wilbur Ross membantu Donald Trump menjadi bangkrut pada 1990an dan kemudian diangkat sebagai menteri pada pemerintahan Trump.

Dokumen itu mengungkap Ross memiliki minat dalam perusahaan perkapalan dengan pendapatan jutaan dolar per tahun dengan bisnis transportasi minyak dan gas untuk perusahaan energi Rusia, dengan pemilik saham termasuk menantu Vladimir Putin dan dua orang yang dikenakan sanksi oleh Amerika Serikat.

Dokumen ini kembali akan mengangkat pertanyaan soal koneksi Rusia dengan tim Donald Trump. Trump terpilih menjadi presiden November 2016 di tengah tuduhan bahwa Rusia berkolusi untuk mencoba mempengaruhi pemilu AS. Ia menyebut tuduhan itu “berita palsu.”

Tentang Paradise Paper

Penelusuran yang dilakukan Paradise Paper berdasarkan dokumen yang didapat media Jerman, Süddeutsche Zeitung. Kemudian laporan tersebut dibagi oleh Konsorsium Investigasi Internasional dengan mitra termasuk Guardian, BBC dan New York Times.

Dokumen tersebut berisikan 13,4 juta file dari firma hukum Appleby dan 19 perusahaan.Sebagian besar data berasal dari perusahaan yang disebut Appleby, perusahaan hukum di Bermuda yang membantu para nasabah di luar negeri untuk membayar pajak rendah atau tanpa pajak sama sekali.

Selain itu, dokumen-dokumen perusahaan itu juga berasal dari perusahaan yang memiliki yurisdiksi di Karibia dan didapat oleh Süddeutsche Zeitung. Sumbernya tidak disebutkan.

Secara keseluruhan, berkas Paradise Papers mengekspos kepemilikan offshore para pemimpin politik dan pemodal, serta perusahaan yang memangkas pajak melalui transaksi yang dilakukan secara rahasia.

Penelusuran nama-nama serta validasi data memakan waktu sampai satu tahun. Investigasi Paradise Paper dilakukan oleh 380 wartawan seluruh dunia yang tergabung dalam ICIJ. Mereka menghabiskan waktu lama untuk menyisir data yang membentang sejak 70 tahun lalu hingga kini.

Mitra media ICIJ pun menyatakan penyelidikan itu demi kepentingan umum karena kebocoran data dari luar negeri itu selalu mengungkap adanya pelanggaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *