Nikah Itu Bukan Balapan, Cari Yang Tepat Bukan Sekedar Cepat

Kanesia.com – Entah kenapa orang-orang di Indonesia sangat mempermasalahkan status seseorang. Terutama untuk seseorang yang statusnya masih single. Mungkin karena pengaruh dari media televisi, atau media massa yang mempengaruhi pola pikir masyarakat Indonesia, yang seolah-olah mengatakan bahwa “Menikah” adalah tingkat pencapaian tertinggi seseorang. Mereka pikir dengan Menikah, maka selesai lah semua tujuan hidupmu, selesai sudah tugas dan tanggung jawab orang tua mu.

Banyak yang menganggap tujuan akhir dalam satu hubungan adalah pernikahan. Berkenalan, pacaran lalu menikah. Sayangnya tidak semua orang memiliki akhir yang sama. Menikah. Beberapa ada yang hanya sampai tahap perkenalan tanpa kelanjutan lagi. Bahkan ada yang pacaran hingga hitungan tahun pun tidak berujung pada pernikahan.

Menikah itu bukan tentang siapa cepat maka dia dapat. Bukan tentang balapan waktu dengan yang lain. Menikah itu yang penting dengan “siapa”, dengan cinta dan dengan kesiapan yang dipersiapkan dengan matang. Mau cepat atau lama, yang penting menikahlah dengan orang yang kamu cintai dan sayangi. Soal cepat atau lama itu relatif, tiap orang punya penilaian yg berbeda soal itu.

Kehidupan setelah pernikahan tak kalah penting untuk dipersiapkan. Menikah itu bukan tentang pamer foto-foto yang diupload ke jejaring sosial. Bukan pula pamer karena sudah ada gandengan. Menikah adalah hal sakral yang tak bisa dilakukan dengan main-main. Setahuku seperti itu.

Memasuki usia yang “cukup” mungkin bagi kalian yang masih single, sempat terlintas di dalam hati untuk mendapatkan seorang pasangan yang bisa mendampingi di kala susah maupun senang dan bisa menjadi partner yang asyik dalam traveling atau pun sekadar “teman” di malam hari. Apalagi jika sebagian dari teman sudah banyak yang menikah bahkan sudah mempuyai satu atau dua anak.

Namun di balik semua itu akan ada setumpuk hal yang dapat membuatmu tidak bahagia ketika kamu bersama dengan “orang yang salah”, kenapa? Karena pernikahan paling ideal sekalipun tak akan pernah luput dari masalah, apalagi kalian yang hanya ingin sekadar “cepat menikah” dengan tidak mempedulikan “dengan siapa” kita menikah.

Jangan jadikan pernikahan sebagai perlombaan. Menikah adalah kesiapan, menikah hanya karena tuntutan justru akan membuat pernikahanmu tidak bahagia. Berikut adalah alasan salah dalam menikah yang harus kamu ketahui.

  • Menikah Hanya Karena Takut Sendiri

    Tidak ada jaminan setelah menikah kamu tidak akan sendiri. Kehidupan tidak berhenti setelah kamu menikah, dan berakhir bahagia. Kehidupan tetap berlanjut setelah pernikahan, jika hanya alasan takut sendiri membuat kamu memutuskan menikah. Tidak ada jaminan kamu akan merasa lebih bahagia setelah menikah.

  • Menyenangkan Orang Lain

    Hubungan bersama pacar banyak yang merestui, tapi sebenarnya kamu masih ragu dengan perasaan kamu. Hanya karena orang lain melihat kamu cocok dengan pacar bukan berarti kalian harus menikah. Pastikan bahwa kamu bahagia, jangan menjadikan masa depan kamu sebagai taruhannya. Apakah ada jaminan jika kamu tidak bahagia dan gagal dalam pernikahan, mereka yang selama ini mendukungmu juga akan membantumu?

  • Mengejar Kemapanan

    Menikah agar mapan. Anggapan setelah menikah kehidupan ekonomi kamu terjamin bukanlah alasan yang tepat untuk memutuskan menikah. Kemapanan pasangan saat masih pacaran bukan jaminan saat menikah masih tetap mapan. Hmm, jika keadaan berubah apakah cinta kamu tetap sama?

  • Takut Dibilang Enggak Laku

    Sebagian besar masyarakat Indonesia masih menganggap menikah terpaut jumlah umur Hanya karena tidak ingin dianggap tidak laku, kamu akhirnya memutuskan menikah. Tidak ada jaminan pernikahan di usia tertentu akan bahagia.

Demikian 4 alasan yang salah dalam hal memutuskan menikah. Jangan jadikan pernikahan sebagai ajang perlombaan. Menikahlah karena siap, bukan untuk membahagiakan orang lain atau hanya karena ingin terbebas dari stigma. Menikah adalah pilihan, jadi jangan pernah salah dalam memilih. Selamat hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *