Inilah Tarif Baru Taksi Online yang Resmi Berlaku Hari ini

Kanesia.com, jakarta – Kementerian Perhubungan secara resmi menerbitkan aturan baru taksi berbasis online yang mulai berlaku pada hari ini, atau 1 November 2017. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 yang merupakan hasil revisi dari PM 26/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Aturan baru ini mengatur tentang tarif batas atas dan batas bawah yang diberlakukan untuk taksi online. Seperti halnya dalam aturan PM 26 Tahun 2017 sebelum direvisi. Hanya saja, Kementerian Perhubungan melakukan sedikit revisi dalam hal penetapan tarif.

Pemberlakuan tarif dibagi dua, yakni wilayah I meliputi Sumatera, Jawa, dan Bali dan wilayah II yang terdiri dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Tarif baru untuk wilayah I dengan batas bawah (minimum) Rp 3.000 per kilometer dan batas atasnya (maksimum) Rp 6.000. Kemudian untuk wilayah II batas bawahnya Rp 3.700 per kilometer dan batas atas Rp 6.500 per kilometer.

Setelah penetapan ini, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, mengatakan kebijkan tarif ini akan terus dievaluasi secara rutin setiap 6 bulan, untuk penyesuaian kembali tarif-tarif yang sudah berlaku.

Adapun sebelum penetapan kebijakan ini, sempat diwarnai sejumlah aksi demonstrasi di berbagai daerah. Baik dari kalangan taksi berbasis online atau konvensional yang merasa tidak puas terhadap kebijakan yang ada. Para driver taksi online berunjuk rasa menolak beberapa poin pada revisi Permenhub Nomor 26 tahun 2017 tentang taksi online. Sedangkan, sopir transportasi konvensional menuntut tindak tegas pemerintah agar segera menertibkan dan membuat aturan terkait transportasi berbasis online yang dinilainya tidak adil.

Poin Revisi

Revisi Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 tentang taksi online dilakukan tidak lepas dari penolakan 14 poin oleh Mahkamah Agung. Revisi aturannya terkait soal angkutan sewa khusus (online), taksi, angkutan orang di kawasan tertentu, hingga angkutan orang untuk keperluan pariwisata.

Adapun beberapa hal yang ditegaskan dalam aturan baru tersebut, yaitu :

Dalam Pasal 26 Ayat 1 disebutkan definisi angkutan online adalah angkutan sewa khusus merupakan pelayanan angkutan dari pintu ke pintu dengan pengemudi, memiliki wilayah operasi, dan pemesanan menggunakan aplikasi berbasis informasi.

Lalu pada pasal yang sama Ayat 2, dijelaskan bahwa ada syarat wajib yang harus dipenuhi angkutan online, antara lain beroperasi pada wilayah operasi yang telah ditetapkan, tidak berjadwal, dari pintu ke pintu, tujuan perjalanan ditentukan oleh pengguna jasa, tarif angkutan tertera pada aplikasi berbasis teknologi informasi, penggunaan kendaraan harus melalui pemesanan atau perjanjian, tidak menaikkan penumpang secara langsung di jalan, pemesanan layanan hanya melalui aplikasi berbasis teknologi informasi, dan wajib memenuhi standar pelayanan minimal yang ditetapkan.

Sementara mengenai tarifnya diatur dalam Pasal 28 Ayat 1 yang menyebut ketentuan soal tarif batas atas dan tarif batas bawah. Penetapan tarif angkutan sewa khusus dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pengguna jasa dan penyedia jasa transportasi melalui aplikasi.

Taksi online juga akan diberi wilayah operasi yang akan ditentukan oleh dengan mempertimbangkan perkiraan kebutuhan jasa angkutan sewa khusus, perkembangan daerah, karakteristik daerah/wilayah, dan tersedianya prasarana jalan yang memadai. Ini tertuang di pasal 29.

Sementara kendaraan yang digunakan untuk taksi online juga tegas diatur yakni menggunakan mobil penumpang sedan yang memiliki 3 ruang atau mobil bukan sedan yang memiliki 2 ruang paling sedikit 1.000 cc.

Kemudian aturan tentang kendaraan yang digunakan lainnya yakni wajib menggunakan pelat hitam, memiliki kode khusus sesuai penetapan dari Polri, dilengkapi dengan tanda khusus stiker di kaca depan dan belakang sebagai tanda wilayah operasi, dokumen perjalanan yang sah, mencantumkan nomor pengaduan, serta identitas pengemudi yang ditempatkan di dashboard.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *