Heboh, Konten Pornografi Bisa Diakses di WhatsApp

Kanesia.com, Jakarta – Masyarakat dunia maya kembali dibuat geger. Kali ini, pengguna mendapati platform pesan instan terbesar di dunia bernama ‘WhatsApp’ memiliki akses terhadap konten pornografi.

WhatsApp menjadi sorotan, setelah pengguna melaporkan adanya konten yang diduga disusupi pornografi dalam bentuk format bergerak atau GIF yang mesum. Hal tersebut dapat ditemukan apabila kita melakukan pencarian di dalam aplikasi.

Meski terkesan sepele, namun kehadiran fitur ini tentu menjadi masalah jika digunakan oleh anak di bawah umur.

Mendengar kegaduhan terjadi, aplikasi messaging kepunyaan Facebook ini pun angkat bicara. Pihak WhatsApp mengaku GIF tersebut disediakan oleh layanan pihak ketiga. Pihaknya tidak bisa memonitor GIF di WhatsApp karena konten di WhatsApp memiliki enkripsi end-to-end.

Di pihak pemerintah, tindakan diambil melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang menegaskan akan memblokir WhatsApp, apabila layanan pesan instan tersebut tidak memblokir konten pornografi yang ada.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan pihaknya memberi waktu kepada WhatsApp selama 2 x 24 jam sejak pertama kali pemberitahuan kepada mereka. Adapun pemberitahuan pertama Kominfo kepada WhatsApp dilakukan pada Minggu malam atau Senin dini hari.

Kejadian Serupa

Nada ancaman dari pemerintah terhadap sejumlah penyedia layanan komunikasi bukanlah pertama kali ini saja. Diketahui sebelumnya, situasi pemblokiran juga pernah ditujukan terhadap layanan pesan instan bernama ‘Telegram’. Saat itu, Kominfo juga menemukan adanya konten negatif Telegram, baik berupa muatan konten terorisme, radikalisme hingga pornografi.

Akibat pemblokiran tersebut, CEO Telegram Pavel Durov menyambangi Indonesia untuk bertemu secara langsung dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Hasilnya, pemblokiran pun dibuka dan menghadilkana beberapa poin kesepakatan, diantaranya :

  1. Pihak Telegram menunjuk perwakilan untuk melayani komunikasi dengan pemerintah Indonesia.
  2. Telegram akan membuat program khusus untuk filter konten.
  3. Telegram Bikin Standar Prosedur Hapus Konten Negatif.

Google Hangouts

Ternyata WhatsApp bukan satu-satunya layanan pesan instan yang memungkinkan hal untuk mengakses konten porno. Google Hangouts diketahui juga mempunyai ‘kelemahan’ dan dengan metode pencarian yang sama.

Seperti diketahui, Giphy sendiri adalah layanan yang menjadi pilihan pengguna GIF di dunia maya. Database GIF yang ada di di Giphy terbilang sangat besar, dan untuk konten pornografi juga terdapat di dalamnya.

Banyaknya database GIF itu bisa dimungkinkan karena platform Giphy mempunyai banyak alat untuk membuat konten GIF. Dan konten-konten tersebut belakangan memang digandrungi banyak pengguna internet, karena sifatnya yang bisa memperkaya percakapan di aplikasi pesan instan atau pun media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *