Disebut Agenda Bisnis, Seminar Poligami Bertajuk ‘Cara Kilat Mendapatkan 4 Istri’ Disorot

Kanesia.com – Acara seminar bertajuk ‘Cara Kilat Mendapatkan 4 Istri’ yang diselenggarakan Dauroh Poligami Indonesia mendapat sejumlah sorotan. Diantaranya berasal dari MUI, Kemenag maupun Komnas Perempuan yang mempertanyakan tujuan pelaksanaan kegiatan.

Seminar yang pada awalnya akan digelar 25 November, lalu mundur jadi 3 Desember 2017, para peserta dikenai biaya yang disebut sebagai biaya investasi sebesar Rp 3,5 juta hingga 5 juta.

Dalam pelaksanaan kegiatan, peserta pria dibatasi kuota hanya untuk 20 orang. Sementara bagi wanita single yang akan mendaftar tidak dikenakan biaya dan tidak ada batasan kuota. Menurut pihak penyelenggara, seminar itu ditujukan untuk melakukan edukasi terkait poligami.

Namun terkait dengan pelaksanaan kegiatan, komentar pun datang dari sejumlah pihak. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan pernikahan ditujukan untuk membangun ikatan suci antara kedua insan. Selain itu pernikahan harus dilandasi nilai-nilai ibadah, kesiapan mental dan kematangan emosional. Ia mengatakan pernikahan tidak boleh hanya coba-coba atau main-main, jika main-main maka haram hukumnya.

Oleh karena itu, Zainut menjelaskan bahwa seharusnya yang ditonjolkan bukan aspek poligaminya apalagi tajuk seminar promosi seputar cara kilat dapat 4 istri. Meskipun hal itu tidak ada larangan dalam Islam tapi memberikan image bahwa Islam itu hanya menonjolkan masalah syahwat saja. Padahal dalam perkawinan itu ada tujuan yang mulia, tujuan yang luhur tidak semata hanya sekedar pemenuhan kebutuhan syahwatiyah atau kebutuhan biologis saja. Tapi membangun sebuah ikatan suci yang kuat (mitsaqan ghalidlo) antara dua insan agar hidup dengan tenang (sakinah), penuh cinta (mawaddah) dan saling menyayangi (rahmah) untuk mendapatkan ridlo dari Allah SWT.

Begitu halnya yang disampaikan Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kementerian Agama, Mastuki menyatakan seharusnya poligami tidak untuk disebarluaskan atau dikampanyekan. Ia mengatakan secara prinsip diskursus poligami bukan untuk disebarluaskan dan dikampanyekan. Meskipun al-Qur’an dan Sunnah Nabi membolehkan suami memiliki istri lebih dari satu, tapi para ulama’ sepakat penerapan poligami ini mengharuskan ada syarat-syarat yang ketat sehingga tidak semua orang dapat mempraktikkannya.

Komnas Perempuan juga menganggap acara tersebut sebagai bagian dari agenda bisnis. Ia mengatakan terdapat upaya memperdagangkan perempuan dengan modus seminar. Agama dijadikan alat untuk kepentingan pemuas nafsu dengan cara menikahi. Padahal prinsip UU no 1 tahun 1974 tentang perkawinan adalah monogami.

Menurutnya, jumlah laki-laki dengan penduduk lebih banyak laki-laki sehingga sering disalahpahami dengan menikahi perempuan lebih dari satu orang. Ia menambahkan jika pria menikahi lebih dari satu perempuan maka dilakukan dengan modus nikah sirri yang mengakibatkan berdampak buruk pada kehidupan anaknya kelak.

Data susenas laki-laki 51% dan perempuan 49%, tetapi seringkali masyarakat dengan alasan menolong perempuan yang jumlahnya lebih banyak dengan menikahinya. Ini modus. Perkawinan lebih dari 1 istri biasanya dilakukan secara sirri yang berdampak buruk pada kehidupan perempuan dan anak-anak,” ungkapnya.

Ia menilai seminar tersebut merupakan bentuk kekerasan terhadap perempuan. Padahal menurutnya sejak tanggal 25 November hingga 11 Desember sedang dilakukan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *