5 Film Yang Bisa Jadi Inspirasimu Mengisi Weekend

Kanesia.com – Nonton film di tengah aktivitas digital yang padat bisa jadi opsi yang menyenangkan biar tak melulu dihajar oleh konten-konten hoax dan muatan kebencian di timeline anda. Tradisi menonton film inspiratif menjadi kian sempit di tengah gemerlapnya tontonan aktivitas nge-anu di dunia maya.

Di saat beranda dipenuhi banyak kabar penting dan tidak penting, maka saat itu pula kita perlu menyegarkan kembali kepala kita yang kian hari disesaki hiburan banal. Kali ini redaksi mencoba merekomendasikan 5 Film yang bisa jadi opsi mengisi liburan sahabat Kanesia.com

  • Captain Fantastic (2016)

Mengisahkan seorang pria bernama Ben Cash (diperankan oleh Viggo Mortensen) yang memilih untuk hidup menyatu dengan alam tanpa bantuan peralatan modern apapun (off the grid lifestyle) bersama enam anaknya: Bodevan, Kielyr, Vespyr, Rellian, Zaja, dan Nai.Sementara sang istri Leslie (Trin Miller) dirawat di rumah sakit karena menderita bipolar disorder, Ben mengasuh anaknya dengan pola hidup homechooling, belajar dan berdiskusi berbagai disiplin ilmu secara mendalam, serta berusaha sebaik mungkin untuk berdampingan dengan alam. Bagi yang suka pasti suka dengan film ini

 

 

  • The Dictator (2012) 

Film lucu dengan latar belakang timur tengah, menceritakan tentang seorang pemimpin otoriter dari Wadiya bernama Aladeen (Sascha Baron Cohen). Aladeen dikisahkan menjadi seorang pemimpin yang sangat otoriter dan tak segan membunuh siapa pun yang bertentangan dengannya. Aladeen bahkan memiliki Olympic Games-nya sendiri dan memenangkannya dengan membunuh semua lawannya, serta memiliki kamus bahasanya sendiri.Melalui kekuasaan dia mampu menciptakan kebenaran versi dia sendiri, kelucuan film ini mengandung banyak pelajaran bagi penguasa. Utamanya saat Sang Diktator kehilangan posisi dan menjadi masyarakat biasa. Dalam istilah Gusdur “tak ada jabatan yang perlu dibela mati-matian” Film ini penting ditonton untuk mereka yang sudah mulai kehilangan daya humoris karena keseriusan menatap layar smartphone 

 

  • The Pianist (2002)

Film yang menguji nalar kemanusiaan kita dengan latar belakangan Perang Dunia kedua saat Nazi menjadi penguasa Eropa. Szpilman adalah salah satu korban dari perang yang tak pernah ia mengerti, kecuali satu hal: perang telah mengubah jalan hidupnya. Dan parahnya, ia terlahir sebagai seorang Yahudi. Dalam perang dunia II, perang, Nazi Jerman dan Yahudi adalah serangkaian kata yang mengarah tentang kekejian, kebengisan dan kekejaman. Di situasi itulah, Szpilman mengalami perubahan drastis dalam hidupnya.

Sebagai seorang pemain piano terkenal, Szpilman tiba-tiba harus merasakan penderitaan hidup yang tidak terkira. Sebelum perang berkecamuk dan Jerman berhasil menduduki Polandia, Szpilman adalah manusia kelas menengah dengan pergaulan mewah dan menjadi pianist terkenal. Tiba-tiba dia harus kehilangan segalanya, termasuk kelaurga yang ia cintai. Para tentara Jerman itu, berhasil memisahkan ia dengan keluarganya dan barang yang paling ia cintai, piano.

 

 

  • The Shawshank Redemption (199

The Shawshank Redemption sampai saat ini masih masih menududuki peringkat nomer 1 IDMB. Film ini diangkat dari novel The Shawshank Redemption karangan Stephen King. Berkisah tentang Andy Dufresne, seorang bankir, dalam menjalani masa tahanan untuk kejahatan yang tidak dia lakukan di rumah tahanan Shawshank Redemption.

Kecerdasan sangat penting di semua situasi, begitulah kira-kira ungkapan dari film ini. Di tengah keterbatasan di penjaran lengkap dengan pengawasan ekstra ketat, Andy bisa tetap survive dan membangun sebuah perencaan yang sempurna untuk lolos dari penjaran dan kembali menikmati hidup sebagai manusia merdeka.

Momen ketika dia berhasil membangun perpustakaan adalah bagian yang cukup menginspirasi penonton. Di tengah keterpurukannya selama bertahun-tahun -dipenjara dengan dakwaan yang salah- Andy tetap bisa mempekerjakan otaknya untuk tetap bertahan hidup. Film ini sangat cocok untuk mereka yang merasa sedang berada dalam titik terendah kehidupan

 

 

  • Incendies (2010) 

Film yang terdiri dari dua chapter ini merupakan film terbaik sejauh ini yang mengisahkan perang berlatar agama. Chapter pertama  diberi judul Les Jumeaux atau yang berarti Si Kembar. Mengisahkan Nawal yang  hendak memberikan warisan kepada kedua anaknya. Chapter kedua berjudul “Nawal”, menceritakan masa lalu Nawal yang mengenaskan.

Nawal, seorang wanita Kristen, memiliki hubungan terlarang dengan pemuda muslim bernama Wahab (Hamed Najem). Namun naas, Wahab  tewas dibunuh oleh saudara Nawal. Ia akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki dengan dibantu oleh neneknya. Bayi laki-laki itu kemudian dititipkan pada panti asuhan di Kfar Kout. Nawal lalu pindah ke kota bernama Daresh untuk melanjutkan studi Bahasa Perancis. Ia juga aktif dalam menentang partai Nasionalis di saat perang sipil antara kubu Muslim dan Kristen pecah.

Setelah bertahun-tahun berlalu, Nawal kembali untuk menjemput anaknya. Dari sini lah Nawal bertualang, menderita dan sengsara mencari anaknya di tengah gejolak politik peperangan antar agama. Karakter Nawal sendiri digambarkan sebagai seorang wanita yang kuat, tegar, dan berpendirian ‘kokoh’. Dengan beraninya, ia membunuh pimpinan Partai Nasionalis yang radikal meski mereka memiliki kesamaan agama, karena apa yang diinginkan oleh Nawal tidak lain adalah perdamaian bagi kedua belah pihak, antara Muslim dengan Kristen.

Film ini menginspirasi bahwa perang karena urusan keyakinan tidak akan melahirkan banyak manfaat. Justru karena keragamaan kita semakin direkatkan, bukan malah dipecah belah. Tuhan menciptakan keragaman sebagai medium untuk saling mengenal dan bertutur sapa satu sama lain.

Film ini menyimpan banyak kejutan di antar deretan konflik yang ada, wajib ditonton dalam situasi sosial seperti ini.

 

One thought on “5 Film Yang Bisa Jadi Inspirasimu Mengisi Weekend

  • September 24, 2017 at 12:42 pm
    Permalink

    Don’t hesitate to release it yourself in the meantime! I don’t really care if it’s me or somebody else who does it, as long as it’s available for people 🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *